TOB : Topic On Banner.

Rimalive merepost cerita Hantu Sekolah

Berkarya melalui ketakutannya

Berkarya tidak ada batasnya, walaupun harus melawan dengan ketakutan dalam diri.

Berkarya dimana saja

Tidak ada aturan yang membatasi kita bisa berkarya dimana kita berada.

Memulai dari yang kecil

Memulai dari yang kecil lalu terus mengembangkannya hingga besar.

Tulis pokok cerita

Tulis pokok cerita terlebih dahulu sebelum menjadikannya cerita lengkap.

Selasa, 05 Juli 2016

Misteri Bayangan di Cermin

Aku biasa dipanggil Adi, umurku 18 tahun. aku masih duduk dibangku kelas 3 SMA saat itu. aku tinggal di rumah bersama keluarga. aku memiliki seorang adik perempuan dan 3 orang kakak laki-laki dan tentunya seorang ayah dan seorang ibu. rumah kami tidak terlalu besar tetapi kata temanku rumahku cukup besar. biasanya aku menyebut ruang belakang dan ruang utama. dimana ruang belakang terdiri dari dapur, tempat makan, mushola, kamar mandi belakang dan tempat mencuci atau menjemur. sedangkan ruang utama terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, 3 kamar tidur, dan 1 kamar mandi. antara ruang belakang dan ruang utama dipisahkan oleh sebuah kaca besar sebagai pengganti tembok, dan sebuah pintu untuk berpindah karena ruang utama ber-AC.

saat itu dii rumah ini hanyalah aku bersama kedua orang tuaku, adikku, dan seorang kakakku yang sedang libur kuliah. aku tidur bersama kakakku, dan adikku tidur bersama ayah dan ibu, sedangkan kamar adik memang jarang dipakainya untuk tidur karena dia tidak berani tidur sendirian.

pada suatu pagi di hari minggu, aku terbangun dan langsung menonton tv di ruang keluarga. ruang keluarga yang bersebelahan dengan kaca besar sebagai pemisah ruang utama dan ruang belakang merupakan tempat favorit aku untuk menonton tv, ya ruangan dingin dan tv yang besar membuat sensasi menonton tv menjadi nyaman. saat sedang asik menonton tiba-tiba ibuku mengajak untuk pergi jalan-jalan sembari berbelanja bulanan namun aku menolak padahal kaka dan adekku ikut. "Sendiri lagi haduh" gumamku dalam hati, ketika semuanya pergi dan suara mobil terdengar menjauh saat itu suasana menjadi sangat sunyi. rumah yang letaknya di sebuah perumahan dinas yang dimiliki BUMN yang letaknya bisa dibilang ditengah hutan sehingga jarang bahkan tidak ada yang melewat.

entah berapa lama aku menonton tv, aku merasa mengantuk namun aku cuek saja dan tetap menonton hingga mata semakin berat dan berat. "Duh ngantuk banget gila, tumbenan padahal masih pagi banget" ucapku saat itu. entah karena apa, tiba-tiba aku merasa sedikit merinding dan ruangan terasa sangat dingin. ruangan yang terasa sangat dingin dicampur merinding membuat badanku berkeringat. "anjer, ada apaan neh?" ucapku bertanya apa yang terjadi saat itu, karena merasa tidak enak maka aku memilih untuk beranjak dari ruang keluarga menuju kamar tidur dan berencana untuk tidur karena sudah sangat mengantuk.

Berbaringlah aku di kasur dan ku peluk erat guling kesayanganku. sedikit info, di kamar tidurku itu arah kasur menghadap ke sebuah cermin yang lumayan besar yang tertempel di dinding sehingga apabila aku tiduran maka aku akan melihat bayanganku sedang tiduran pula dicermin tersebut. aku mengambil headset dan memasangkannya ke hp yang sudah kusiapkan untuk mendengarkan lagu agar membantu untuk terlelap dalam tidur. "di jakarta aku kan kembali..." sebuah lagu dari Koes Plus menemani tidurku, namun tiba-tiba aku merasa seperti ada yang mengetuk jendela dari luar. aku lepas headset untuk memperhatikan jendela namun tidak ada apa-apa maka aku pasang dan aku kembali mendengarkan lagu.

"di kala sang bulan purnama, bersinar di atas telaga. terdengar suara menggema, melagukan balada tua. kisah seorang putri yang telah patah hati, lalu bunuh diri..." lagu yang berbeda dari sebelumnya namun tetap dari Koes Plus yang masih menemani perjalananku menuju tidur ini membuat aku sedikit cemas. entah kenapa dengan lagu ini aku menjadi berpikir dan saling menghubungkan kejadian saat menonton tv dan ketukkan jendela itu, semakin aku berusaha melupakannya maka semakin aku memikirkannya dan semakin keras. aku merasa sangat ketakutan, dengan mata yang masih terpejam aku tidak berani untuk membuka mata dan melihat sekitar.

"Tenggelam di telaga sunyi, bersama cintanya yang murni" dengan berakhirnya lagu itu, tiba-tiba music player di hp tidak lagi memutar lagu. maka aku buka mata dan mencari hp. hpku ada disebelah badanku, namun aku tidak sengaja menatap sekejap ke cermin besar yang ada di hadapanku seperti ada sesuatu. karena hanya sekejap, maka aku mencoba beranikan diri untuk melihat kembali ke arah cermin namun tidak ada apa-apa. "ah hayalan aja kali deh" pikirku saat itu, dan kembali mendengarkan lagu.

saat sedang asik mendengarkan lagu tiba-tiba terasa seperti gempa. kasurku bergoyang, tidak terlalu kencang namun sangat terasa! aku membuka mata yang tidak sengaja langsung menatap kearah cermin, disana aku melihat sebuah bayangan tepat disela-sela antara kasur dengan jendela yang berada dibelakang kasurku. aku tengok ke belakang namun tidak ada apa-apa, aku kembali melihat kearah cermin sosok putih itu masih disana! aku terpaku, mati rasa, tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menatap mata hantu tersebut. sebuah wajah pucat, tatapan kosong yang seakan menatap langsung kearah mataku, rambutnya yang panjang terurai acak-acakan semakin membuat dirinya menakutkan. aku berusaha untuk bergerak tetapi tidak bisa, ingin berteriak namun tidak bisa! aku yang secara kurang mendalami agama tidak bisa berdoa apa-apa selain meminta kepada Tuhan untuk menyelamatkanku dari makhluk ghaib ini. tiba-tiba dia berteriak sangat kencang, lagu di headsetku sudah tidak terputar. suara yang keras dan melengking itu seakan menusuk diriku, semua buluku berdiri, aku bergetar ketakutan. aku melihat dia seperti memegang kepalaku padahal aku tidak merasa kepalaku dipegang. aku melihat kepalaku yang telah dipegang hantu tersebut patah karena ditarik kebelakang hingga keluar darah dari hidung. tiba-tiba aku terbangun dengan keringat disekujur badanku, aku terengah-engah dan ketakutan, aku memegang tubuhku dan bersyukur semuanya hanya mimpi. aku mengambil hp dan melihat bahwa lagu yang diputar masih sama yaitu Telaga Sunyi yang dinyanyikan Koes Plus. aku segera keluar kamar dan berdiam diri di depan rumah untuk menenangkan hati.

lalu datanglah sebuah mobil, ya itu adalah keluargaku. mereka tidak jadi belanja karena mall terdekat sudah penuh, sehingga memutuskan kembali ke rumah. aku menceritakan kepada ayah dan ibuku, mereka menyarankanku untuk belajar dan mendalami ajaran keagamaan dan tidak lupa untuk berdoa sebelum melakukan sesuatu.

Minggu, 03 Juli 2016

Bahasa Indonesia [nyata] mimpiku bersebab atau memberi peringatan?

Kisah ini masih terlintas di pikiranku. Kisah ini sekitar sepuluh tahun yang lalu yaitu pada 2006. Umurku waktu itu empat tahun. Waktu umur dua tahun sampai tiga tahun aku biasanya tidur di kamar ibu bapaku. Tapi ketika aku berumur empat tahun aku tidur di ruang tamu sendiri. Aku memiliki dua orang kakak laki-laki. Mereka berdua tidur di kamar yang sama, ibu bapakku juga tidur di kamar yang sama. Tapi aku sendirian, maklumlah hanya anak perempuan satu-satunya.

Pada suatu malam, aku tidur di ruang tamu seperti biasa (tempat tidurku) ruang tamuku pula sempit aja tempatnya dan terhubung ke ruang dapur dengan lorong kecil. Pada malam itu, aku bermimpi ada seekor burung elang terbang dan ada banyak burung hantu di atas sayapnya (duduk atas sayapnya) dan burung hantu tersebut memakai penutup mata dan topi bajak laut. Mungkin itu lucu tapi tidak begitu. Lalu diakhir mimpiku berbunyi music "JENG JENG JENG JENG !!!". Lalu aku terkejut dari mimpiku. Aku melihat di bawah kaki ku yaitu lorong ke ruang dapur hanya sedikit ke kiri saja ada satu sosok yang terang di mataku yaitu "pocong !!!!!!". Mukanya berwarna putih. Tapi biasanya aku lihat di film mukanya hitam tapi yang aku lihat mukanya putih. Contoh seperti kita pakai bedak putih sangat tebal. Tapi dilihat dari segi wajahnya dia adalah cewek. Dia tidak memandang ke arahku. Di memang memandang ke arah atap. Lalu aku menutup muka ku dengan bantal kepala ku, lalu membaca surah al-Fatihah. Dan aku masih menutup muka ku tanpa melihat ke arahnya.

Lalu aku pergi ke kamar ibuku. Kamar ibuku ada di atas tapi ke kiri sedikit. Aku pergi ke kamar ibuku lalu membuka pintu dengan cemas dan aku segera masuk dan menutup pintu. Lantas aku naik ke atas ranjang karna ingin duduk di antara ibu dan bapaku. Dalam beberapa menit atau jam kemudian, aku membangunkan ibuku untuk menemani aku ke toilet yang tidak terlalu jauh melalui ruang dapur belah kiri juga. saat aku keluar "goblin itu" sudah tidak ada. Aku merasa lega dan pergi ke toilet sambil ditemani oleh ibuku.

keesokan harinya, aku menceritakan kepada ibu bapaku tentang hal yang terjadi semalam. Bapaku bilang kalau aku hanya mengigau saja, tapi ibuku percaya Karena kakak laki-laki keduaku juga pernah melihat sesuatu di ruang dapur itu tapi bukan makhluk yang aku lihat atau dalam kata lain bahwa Ini berbeda..

Terima kasih telah membaca ceritaku.
----------------------------------------------------------------
Pengirim : Nur Sholihah nursholihah33@gmail.com , 3 Juli 2016 17.51 WIB.
Teks hasil terjemahan dalam Bahasa Indonesia. Untuk teks asli dalam Bahasa Melayu klik disini
-----------------------------------------------------------------
Punya cerita mistis? Ingin berbaginya? Kirimkan cerita pengalaman mistismu atau cerita karangan mistismu ke richieimani1.ri@gmail.com dan biarkan ribuan pembaca membacanya setiap hari!

Bahasa Melayu [Kisah Benar] Mimpiku Bersebab Atau Memberi Amaran?

Kisah ini masih terlintas di mindaku. Kisah ini lebih kurang sepuluh tahun yang lalu iaitu pada 2006. Umurku masa tu empat tahun. Masa umur dua tahun hingga tiga tahun aku biasanya tidur di kamar ibu bapaku.Tapi apabila ku berumur empat tahun aku tidur di ruang tamu keseorangan.Aku mempunyai dua orang abang. Mereka berdua tidur di kamar yang sama,ibu bapaku juga tidur di kamar yang sama. Tapi aku keseorangan,maklumlah seorang aja anak perempuannya.

Pada suatu malam,aku tidur di ruang tamu seperti biasa (tempat tidurku) ruang tamuku pula sempit aja tempatnya dan bersambung ke ruang dapur dengan lorong kecil. Pada malam itu,aku bermimpi ada seekor burung helang terbang dan terdapat banyak burung hantu di atas sayapnya (duduk atas sayapnya) dan burung hantu tersebut memakai penutup mata dan topi lanun. Mungkin ia lucu tapi ada di sebaliknya. Lalu diakhir mimpiku berbunyi music "JENG JENG JENG JENG!!!". Lalu aku terkejut dari mimpiku. Aku melihat di bawah kaki ku iaitu lorong ke ruang dapur hanya sedikit ke kiri aja terdapat satu sosok yang terang di mataku iaitu "pocong!!!!!!". Mukanya berwarna putih. Tapi biasanya aku lihat filem mukanya hitam tapi yang aku nampak mukanya putih. Contoh emmmm... seperti kita pakai bedak putih tebal-tebal. Tapi aku tahu dari segi sosok mukanya,dia adalah cewek. Dia tidak memandang ke arahku. Di memang ke arah syiling (bumbung). Aku lalu menutup muka ku dengan bantal kepala ku,lalu membaca surah al-Fatihah. Dan aku masih menutup muka ku tanpa melihat ke arahnya.

Lalu aku pergi ke kamar ibuku. Kamar ibuku just atas kepala dalam 1inci aja tapi ke kiri sedikit.Aku berlalu pergi ke kamar ibuku lalu membuka tombol pintu dengan cemas dan aku segera masuk dan menutup pintu. Lantas aku memanjat katil (berjalan atas katil) karna mahu duduk di antara ibu dan bapaku. Dalam beberapa minit atau jam kemudian (aku lupa) aku kejutkan ibuku untuk nemani aku ke tandas iaitu beberapa inchi melalui ruang dapur belah kiri juga.Apabila aku keluar "jembalang itu" udah tiada. Aku berasa lega dan pergi ke tandas sambil ditemani oleh ibuku.

Esokan harinya,aku menceritakan kepada ibu bapaku tentang hal yang terjadi semalam. Bapaku bilang aku hanya mengigau aja,tapi ibuku percaya Kerna abang keduaku juga pernah nampak sesuatu di ruang dapur itu tapi bukan makhluk yang aku nampak. Ia berbeda.

Terima kasih kerana membaca ceritaku.
----------------------------------------------------------------
Pengirim : Nur Sholihah nursholihah33@gmail.com , 3 Juli 2016 17.51 WIB.
Teks asli dalam Bahasa Melayu. Untuk teks hasil terjemahan kedalam Bahasa Indonesia klik disini
-----------------------------------------------------------------
Punya cerita mistis? Ingin berbaginya? Kirimkan cerita pengalaman mistismu atau cerita karangan mistismu ke richieimani1.ri@gmail.com dan biarkan ribuan pembaca membacanya setiap hari!