TOB : Topic On Banner.

Rimalive merepost cerita Hantu Sekolah

Berkarya melalui ketakutannya

Berkarya tidak ada batasnya, walaupun harus melawan dengan ketakutan dalam diri.

Berkarya dimana saja

Tidak ada aturan yang membatasi kita bisa berkarya dimana kita berada.

Memulai dari yang kecil

Memulai dari yang kecil lalu terus mengembangkannya hingga besar.

Tulis pokok cerita

Tulis pokok cerita terlebih dahulu sebelum menjadikannya cerita lengkap.

Selasa, 05 Juli 2016

Misteri Bayangan di Cermin

Aku biasa dipanggil Adi, umurku 18 tahun. aku masih duduk dibangku kelas 3 SMA saat itu. aku tinggal di rumah bersama keluarga. aku memiliki seorang adik perempuan dan 3 orang kakak laki-laki dan tentunya seorang ayah dan seorang ibu. rumah kami tidak terlalu besar tetapi kata temanku rumahku cukup besar. biasanya aku menyebut ruang belakang dan ruang utama. dimana ruang belakang terdiri dari dapur, tempat makan, mushola, kamar mandi belakang dan tempat mencuci atau menjemur. sedangkan ruang utama terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, 3 kamar tidur, dan 1 kamar mandi. antara ruang belakang dan ruang utama dipisahkan oleh sebuah kaca besar sebagai pengganti tembok, dan sebuah pintu untuk berpindah karena ruang utama ber-AC.

saat itu dii rumah ini hanyalah aku bersama kedua orang tuaku, adikku, dan seorang kakakku yang sedang libur kuliah. aku tidur bersama kakakku, dan adikku tidur bersama ayah dan ibu, sedangkan kamar adik memang jarang dipakainya untuk tidur karena dia tidak berani tidur sendirian.

pada suatu pagi di hari minggu, aku terbangun dan langsung menonton tv di ruang keluarga. ruang keluarga yang bersebelahan dengan kaca besar sebagai pemisah ruang utama dan ruang belakang merupakan tempat favorit aku untuk menonton tv, ya ruangan dingin dan tv yang besar membuat sensasi menonton tv menjadi nyaman. saat sedang asik menonton tiba-tiba ibuku mengajak untuk pergi jalan-jalan sembari berbelanja bulanan namun aku menolak padahal kaka dan adekku ikut. "Sendiri lagi haduh" gumamku dalam hati, ketika semuanya pergi dan suara mobil terdengar menjauh saat itu suasana menjadi sangat sunyi. rumah yang letaknya di sebuah perumahan dinas yang dimiliki BUMN yang letaknya bisa dibilang ditengah hutan sehingga jarang bahkan tidak ada yang melewat.

entah berapa lama aku menonton tv, aku merasa mengantuk namun aku cuek saja dan tetap menonton hingga mata semakin berat dan berat. "Duh ngantuk banget gila, tumbenan padahal masih pagi banget" ucapku saat itu. entah karena apa, tiba-tiba aku merasa sedikit merinding dan ruangan terasa sangat dingin. ruangan yang terasa sangat dingin dicampur merinding membuat badanku berkeringat. "anjer, ada apaan neh?" ucapku bertanya apa yang terjadi saat itu, karena merasa tidak enak maka aku memilih untuk beranjak dari ruang keluarga menuju kamar tidur dan berencana untuk tidur karena sudah sangat mengantuk.

Berbaringlah aku di kasur dan ku peluk erat guling kesayanganku. sedikit info, di kamar tidurku itu arah kasur menghadap ke sebuah cermin yang lumayan besar yang tertempel di dinding sehingga apabila aku tiduran maka aku akan melihat bayanganku sedang tiduran pula dicermin tersebut. aku mengambil headset dan memasangkannya ke hp yang sudah kusiapkan untuk mendengarkan lagu agar membantu untuk terlelap dalam tidur. "di jakarta aku kan kembali..." sebuah lagu dari Koes Plus menemani tidurku, namun tiba-tiba aku merasa seperti ada yang mengetuk jendela dari luar. aku lepas headset untuk memperhatikan jendela namun tidak ada apa-apa maka aku pasang dan aku kembali mendengarkan lagu.

"di kala sang bulan purnama, bersinar di atas telaga. terdengar suara menggema, melagukan balada tua. kisah seorang putri yang telah patah hati, lalu bunuh diri..." lagu yang berbeda dari sebelumnya namun tetap dari Koes Plus yang masih menemani perjalananku menuju tidur ini membuat aku sedikit cemas. entah kenapa dengan lagu ini aku menjadi berpikir dan saling menghubungkan kejadian saat menonton tv dan ketukkan jendela itu, semakin aku berusaha melupakannya maka semakin aku memikirkannya dan semakin keras. aku merasa sangat ketakutan, dengan mata yang masih terpejam aku tidak berani untuk membuka mata dan melihat sekitar.

"Tenggelam di telaga sunyi, bersama cintanya yang murni" dengan berakhirnya lagu itu, tiba-tiba music player di hp tidak lagi memutar lagu. maka aku buka mata dan mencari hp. hpku ada disebelah badanku, namun aku tidak sengaja menatap sekejap ke cermin besar yang ada di hadapanku seperti ada sesuatu. karena hanya sekejap, maka aku mencoba beranikan diri untuk melihat kembali ke arah cermin namun tidak ada apa-apa. "ah hayalan aja kali deh" pikirku saat itu, dan kembali mendengarkan lagu.

saat sedang asik mendengarkan lagu tiba-tiba terasa seperti gempa. kasurku bergoyang, tidak terlalu kencang namun sangat terasa! aku membuka mata yang tidak sengaja langsung menatap kearah cermin, disana aku melihat sebuah bayangan tepat disela-sela antara kasur dengan jendela yang berada dibelakang kasurku. aku tengok ke belakang namun tidak ada apa-apa, aku kembali melihat kearah cermin sosok putih itu masih disana! aku terpaku, mati rasa, tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menatap mata hantu tersebut. sebuah wajah pucat, tatapan kosong yang seakan menatap langsung kearah mataku, rambutnya yang panjang terurai acak-acakan semakin membuat dirinya menakutkan. aku berusaha untuk bergerak tetapi tidak bisa, ingin berteriak namun tidak bisa! aku yang secara kurang mendalami agama tidak bisa berdoa apa-apa selain meminta kepada Tuhan untuk menyelamatkanku dari makhluk ghaib ini. tiba-tiba dia berteriak sangat kencang, lagu di headsetku sudah tidak terputar. suara yang keras dan melengking itu seakan menusuk diriku, semua buluku berdiri, aku bergetar ketakutan. aku melihat dia seperti memegang kepalaku padahal aku tidak merasa kepalaku dipegang. aku melihat kepalaku yang telah dipegang hantu tersebut patah karena ditarik kebelakang hingga keluar darah dari hidung. tiba-tiba aku terbangun dengan keringat disekujur badanku, aku terengah-engah dan ketakutan, aku memegang tubuhku dan bersyukur semuanya hanya mimpi. aku mengambil hp dan melihat bahwa lagu yang diputar masih sama yaitu Telaga Sunyi yang dinyanyikan Koes Plus. aku segera keluar kamar dan berdiam diri di depan rumah untuk menenangkan hati.

lalu datanglah sebuah mobil, ya itu adalah keluargaku. mereka tidak jadi belanja karena mall terdekat sudah penuh, sehingga memutuskan kembali ke rumah. aku menceritakan kepada ayah dan ibuku, mereka menyarankanku untuk belajar dan mendalami ajaran keagamaan dan tidak lupa untuk berdoa sebelum melakukan sesuatu.

Minggu, 03 Juli 2016

Bahasa Indonesia [nyata] mimpiku bersebab atau memberi peringatan?

Kisah ini masih terlintas di pikiranku. Kisah ini sekitar sepuluh tahun yang lalu yaitu pada 2006. Umurku waktu itu empat tahun. Waktu umur dua tahun sampai tiga tahun aku biasanya tidur di kamar ibu bapaku. Tapi ketika aku berumur empat tahun aku tidur di ruang tamu sendiri. Aku memiliki dua orang kakak laki-laki. Mereka berdua tidur di kamar yang sama, ibu bapakku juga tidur di kamar yang sama. Tapi aku sendirian, maklumlah hanya anak perempuan satu-satunya.

Pada suatu malam, aku tidur di ruang tamu seperti biasa (tempat tidurku) ruang tamuku pula sempit aja tempatnya dan terhubung ke ruang dapur dengan lorong kecil. Pada malam itu, aku bermimpi ada seekor burung elang terbang dan ada banyak burung hantu di atas sayapnya (duduk atas sayapnya) dan burung hantu tersebut memakai penutup mata dan topi bajak laut. Mungkin itu lucu tapi tidak begitu. Lalu diakhir mimpiku berbunyi music "JENG JENG JENG JENG !!!". Lalu aku terkejut dari mimpiku. Aku melihat di bawah kaki ku yaitu lorong ke ruang dapur hanya sedikit ke kiri saja ada satu sosok yang terang di mataku yaitu "pocong !!!!!!". Mukanya berwarna putih. Tapi biasanya aku lihat di film mukanya hitam tapi yang aku lihat mukanya putih. Contoh seperti kita pakai bedak putih sangat tebal. Tapi dilihat dari segi wajahnya dia adalah cewek. Dia tidak memandang ke arahku. Di memang memandang ke arah atap. Lalu aku menutup muka ku dengan bantal kepala ku, lalu membaca surah al-Fatihah. Dan aku masih menutup muka ku tanpa melihat ke arahnya.

Lalu aku pergi ke kamar ibuku. Kamar ibuku ada di atas tapi ke kiri sedikit. Aku pergi ke kamar ibuku lalu membuka pintu dengan cemas dan aku segera masuk dan menutup pintu. Lantas aku naik ke atas ranjang karna ingin duduk di antara ibu dan bapaku. Dalam beberapa menit atau jam kemudian, aku membangunkan ibuku untuk menemani aku ke toilet yang tidak terlalu jauh melalui ruang dapur belah kiri juga. saat aku keluar "goblin itu" sudah tidak ada. Aku merasa lega dan pergi ke toilet sambil ditemani oleh ibuku.

keesokan harinya, aku menceritakan kepada ibu bapaku tentang hal yang terjadi semalam. Bapaku bilang kalau aku hanya mengigau saja, tapi ibuku percaya Karena kakak laki-laki keduaku juga pernah melihat sesuatu di ruang dapur itu tapi bukan makhluk yang aku lihat atau dalam kata lain bahwa Ini berbeda..

Terima kasih telah membaca ceritaku.
----------------------------------------------------------------
Pengirim : Nur Sholihah nursholihah33@gmail.com , 3 Juli 2016 17.51 WIB.
Teks hasil terjemahan dalam Bahasa Indonesia. Untuk teks asli dalam Bahasa Melayu klik disini
-----------------------------------------------------------------
Punya cerita mistis? Ingin berbaginya? Kirimkan cerita pengalaman mistismu atau cerita karangan mistismu ke richieimani1.ri@gmail.com dan biarkan ribuan pembaca membacanya setiap hari!

Bahasa Melayu [Kisah Benar] Mimpiku Bersebab Atau Memberi Amaran?

Kisah ini masih terlintas di mindaku. Kisah ini lebih kurang sepuluh tahun yang lalu iaitu pada 2006. Umurku masa tu empat tahun. Masa umur dua tahun hingga tiga tahun aku biasanya tidur di kamar ibu bapaku.Tapi apabila ku berumur empat tahun aku tidur di ruang tamu keseorangan.Aku mempunyai dua orang abang. Mereka berdua tidur di kamar yang sama,ibu bapaku juga tidur di kamar yang sama. Tapi aku keseorangan,maklumlah seorang aja anak perempuannya.

Pada suatu malam,aku tidur di ruang tamu seperti biasa (tempat tidurku) ruang tamuku pula sempit aja tempatnya dan bersambung ke ruang dapur dengan lorong kecil. Pada malam itu,aku bermimpi ada seekor burung helang terbang dan terdapat banyak burung hantu di atas sayapnya (duduk atas sayapnya) dan burung hantu tersebut memakai penutup mata dan topi lanun. Mungkin ia lucu tapi ada di sebaliknya. Lalu diakhir mimpiku berbunyi music "JENG JENG JENG JENG!!!". Lalu aku terkejut dari mimpiku. Aku melihat di bawah kaki ku iaitu lorong ke ruang dapur hanya sedikit ke kiri aja terdapat satu sosok yang terang di mataku iaitu "pocong!!!!!!". Mukanya berwarna putih. Tapi biasanya aku lihat filem mukanya hitam tapi yang aku nampak mukanya putih. Contoh emmmm... seperti kita pakai bedak putih tebal-tebal. Tapi aku tahu dari segi sosok mukanya,dia adalah cewek. Dia tidak memandang ke arahku. Di memang ke arah syiling (bumbung). Aku lalu menutup muka ku dengan bantal kepala ku,lalu membaca surah al-Fatihah. Dan aku masih menutup muka ku tanpa melihat ke arahnya.

Lalu aku pergi ke kamar ibuku. Kamar ibuku just atas kepala dalam 1inci aja tapi ke kiri sedikit.Aku berlalu pergi ke kamar ibuku lalu membuka tombol pintu dengan cemas dan aku segera masuk dan menutup pintu. Lantas aku memanjat katil (berjalan atas katil) karna mahu duduk di antara ibu dan bapaku. Dalam beberapa minit atau jam kemudian (aku lupa) aku kejutkan ibuku untuk nemani aku ke tandas iaitu beberapa inchi melalui ruang dapur belah kiri juga.Apabila aku keluar "jembalang itu" udah tiada. Aku berasa lega dan pergi ke tandas sambil ditemani oleh ibuku.

Esokan harinya,aku menceritakan kepada ibu bapaku tentang hal yang terjadi semalam. Bapaku bilang aku hanya mengigau aja,tapi ibuku percaya Kerna abang keduaku juga pernah nampak sesuatu di ruang dapur itu tapi bukan makhluk yang aku nampak. Ia berbeda.

Terima kasih kerana membaca ceritaku.
----------------------------------------------------------------
Pengirim : Nur Sholihah nursholihah33@gmail.com , 3 Juli 2016 17.51 WIB.
Teks asli dalam Bahasa Melayu. Untuk teks hasil terjemahan kedalam Bahasa Indonesia klik disini
-----------------------------------------------------------------
Punya cerita mistis? Ingin berbaginya? Kirimkan cerita pengalaman mistismu atau cerita karangan mistismu ke richieimani1.ri@gmail.com dan biarkan ribuan pembaca membacanya setiap hari!

Minggu, 26 Juni 2016

Mencoba Baby Blue

Aku Kevin, aku seorang pelajar SMA. Aku memiliki 2 sahabat sejak lama, yaitu Nyoman dan Ardi. Kita memang suka hal-hal mistis, tapi sayangnya dari kita bertiga tidak ada yang bisa melihat hantu ataupun berinteraksi dengan hantu. Berbagai acara hantu sering kita saksikan, bahkan kita rela untuk bergadang sampai pagi hari, bukan menonton sepak bola tapi untuk menonton sebuah acara uji nyali.

Tak hanya acara-acara lokal, kita pun suka menonton acara luar negeri yang berkaitan dengan makhluk astral. Karena sangat penasaran, kita sampai bermain Jelangkung tetapi tidak ada yang datang. Entah kita salah bermainnya atau apa, yang pasti kita kecewa karena gagal bermain jelangkung. Lalu saat sedang bermain internet, kita menemukan permainan Baby Blue namun karena persyaratannya adalah sendirian di rumah maka kita memutuskan untuk memasang beberapa kamera di berbagai sudut kamar kostan Nyoman. kita tinggal 1 kostan tetapi berbeda kamar dengan kamar kita yang berjejer saling bersebelahan. Setelah kamera sudah terpasang dan sudah terhubung dengan kabel yang dihubungkan ke laptop kita, maka Nyoman sosok yang paling berani diantara kita mencoba bermain Baby Blue di kamar kostannya.

Permainan yang menjadi urban legend di luar negeri ini sempat membuat kita tidak percaya akan kebenaran permainan ini, tetapi malam ini kita akan berusaha memainkannya dengan rasa penuh penasaran. Sambil menunggu tengah malam, kita mencoba sedikit merombak kamar mandi di kamar kost Nyoman dengan membongkar pintu dan melepas kuncinya sehingga tidak bisa terkunci namun tetap bisa tertutup dengan benar, lalu sebuah cermin besar yang ada di kamar mandi Ardi dipindahkan ke kamar mandi Nyoman, dan kita memeriksa air untuk memastikan bahwa masih banyak air di torrent untuk melakukan flush di toilet. Setelah semuanya siap, kita duduk-duduk dulu untuk briefing dan memanggil seorang penjaga kostan yang memang beliau adalah imam di masjid dekat kostan kita.

Sambil meminum minuman hangat dan cemilan manis kita mengobrol sambil Ardi terus mengecek kelengkapan laptop-laptop yang digunakan untuk mengawasi Nyoman tadi. “Eh kamera di depan pintu kamar mandi ngeblur nih, benerin dulu dong!” kata Ardi ke aku. “wah, beneran? Kan autofocus di” jawabku, “mungkin kotor lensanya, benerin dulu atuh vin kasian kalau si nyoman mahh” dan aku mengangguk kemudian keluar kamar untuk ke kamar kost Nyoman, baru juga mau buka pintu si Ardi udah manggil katanya udah bener lagi itu kamera. Mendengar kata ardi, aku kembali ke kamar untuk berkumpul. (tok! Tok!, bunyi ketukkan pintu) ternyata pak amin yaitu penjaga kost kita sudah datang dan membawa berbagai makanan ringan. “Waaahh enak euy ini mah pak!” gurau Nyoman, “biar gak tegang, santai dulu dong” kata pak amin. Jam sudah menunjukkan pukul 23:50, pak Amin kembali mengingatkan tentang bahaya bermain dengan makhluk astral dan kembali menanyakan apakah kita yakin ingin bermain atau tidak. “Yakin dong pak! Saya udah siap, penasaran banget” kata Nyoman dengan penuh kepercayaan diri, pak amin hanya mengangguk saja dan memberikan senyum.

Jam sudah menunjukkan pukul 00:00, kita semua bersiap-siap untuk memainkan Baby Blue ini. Pak Amin telah bersiap dengan Al-Qurannya, Nyoman sudah siap dengan mentalnya, Ardi sudah siap siaga didepan monitor, dan aku sudah siap dengan semua kemungkinan yang akan terjadi hehehe. “Semangat man!” ucapku saat menemani Nyoman di depan pintu kamar kostannya, Nyoman hanya mengangguk dan tersenyum lalu masuk dan menutup pintu tetapi tidak dikunci. Aku langsung masuk ke kamar dan melihat melalui monitor. Terlihat Nyoman berjalan dan mematikan lampu kamar kostnya kemudain masuk ke kamar mandi, mematikan lampu kamar mandi sehingga hanya nyala semacam lampu tidur yang redup yang menemani Nyoman disana. Ardi sebelumnya sudah memasang kamera dengan kemampuan infra red sehingga dapat menangkap gambar di ruangan yang gelap. Sekedar info, Ardi adalah seorang anak yang sangat suka fotografi dan seorang sinematografi jadi wajar dia memiliki banyak peralatan dan kamera dengan kemampuan dan spesifikasi yang tinggi apalagi keluarganya adalah orang sangat mampu, kembali ke cerita. Nyoman terlihat mulai menghadap kearah cermin sembari menjulurkan tangannya seperti seorang yang sedang menggendong seorang bayi dan berkata “baby blue” sebanyak 13 kali. Terlihat ekspresi Nyoman mulai terlihat cemas, Ardi memberitahu aku dan pak Amin bahwa mulai ada suara dari mic yang dipasang di kamar mandi. Suara itu tidak jelas, hanya sebuah bunyi seperti radio yang tidak dapat sinyal siaran yang kemudian disusul dengan kamera di depan kamar mandi tiba-tiba mati.

Setelah kamera di depan kamar mandi mati secara tiba-tiba, terlihat bahwa Nyoman seperti sedang memegang sesuatu dan dia berkata “gak tau lu denger atau enggak, yang pasti tangan gw mulai berat. Berat banget. Punggung gw juga mulai panas, dan kaki gw kaku!”. Mendengar itu kita yang menyaksikan dan mendengarkan pernyataan Nyoman itu semakin serius menyaksikan. Tiba-tiba nyoman berbalik arah dan seperti membuang sesuatu ke toilet dan melakukan flush dengan cepat, “apa itu bayinya?” tanya Ardi ke aku, “entah di, kita gak liat apa-apa disana selain si Nyoman sendiri”. Kemudian saat hendak ke luar kamar mandi terlihat Nyoman tidak bisa membuka pintu seperti terkunci padahal sudah tidak bisa dikunci dan nyoman terlihat terduduk sambil menutup kedua telinga dan berteriak amat kencang. Kita langsung buru-buru ke kamar Nyoman.

Saat hendak masuk, kita tertahan pintu kamar yang seperti terkunci padahal kunci untuk kamar Nyoman dipegang oleh pak Amin. Pak Amin langsung mengambil kunci dan membuka pintu, hasilnya akhirnya bisa terbuka. Namun saat mencoba membuka kamar mandi tidak bisa! Seperti pintu dikunci dari dalam. Hendak didobrak pun tak bisa karna membukanya harus dengan ditarik bukan didorong. Lalu pak Amin membaca ayat suci Al-quran bersamaan dengan teriakan Nyoman yang keras dari dalam kamar mandi. Saking kerasnya banyak penghuni kostan keluar dan menyaksikan apa yang terjadi. Saat masih mencoba membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba ardi kesurupan sehingga harus ditenangkan oleh penghuni kost lainnya dan tugas pak Amin pun menjadi berlipat.

Pak Amin  berusaha menyadarkan Ardi terlebih dahulu, sedangkan aku dan beberapa penghuni kost disuruh mengaji untuk menyelamatkan Nyoman dari kamar mandi. Saat Pak Amin sedang berusaha menyadarkan Ardi, tiba-tiba aku merasa seperti déjà vu. Aku melihat seperti apa yang pernah aku alami, entah kapan dan tiba-tiba aku merasa pusing sehingga harus berbaring. Tiba-tiba rasa pusing hilang, aku berusaha ikut mengaji untuk menyelamatkan Nyoman. Ardi tersadar dari kesurupannya, dan pintu kamar mandi berhasil terbuka. Wajah Nyoman sangat pucat, terdapat beberapa cakaran di tangan kanannya. Nyoman terasa sangat dingin, Pak Amin menyuruh salah satu penghuni kost yang datang untuk mengambil teh manis hangat di kamarku namun aku langsung reflek meminta agar aku saja yang mengambil. Saat telah mengambil 2 teh hangat, teh tersebut langsung diberikan kepada Nyomand dan Ardi dengan harapan akan memperbaiki keadaan.

Aku berkesimpulan bahwa permainan ini sebaiknya tidak dimainkan, dan sesuai dengan perkataan Pak Amin bahwa tidak aman dan tidak baik untuk bermain-main dengan makhluk astral terlebih di kamar mandi dimana disitulah tempat paling disukai makhluk astral. walau entah itu memang hantu Baby Blue seperti yang diceritakan oleh orang luar negeri atau bukan, yang pasti hantu itu sudah cukup berhasil menghantui kita.

Sabtu, 25 Juni 2016

Arak-arakan Mayat

Aku Joni, seorang karyawan BUMN di Karawang, umurku 30 tahun. suatu pagi aku bangun dan sarapan bersama keluarga, kami memang sudah membudayakan untuk makan bersama, setelah sarapan maka aku langsung bersiap-siap berangkat kerja dan mengantar seorang anakku yang masih duduk di bangku SMP yang sekolah itu milik perusahaan aku bekerja. aku kecup kening istriku, anakku mencium tangan ibunya dan kami berpamit untuk berangkat. sama seperti pagi-pagi biasanya kami berangkat dengan penuh semangat.

Sesampainya di sekolah anakku, dia langsung pamit kepadaku dan masuk ke dalam sekolahnya sedangkan aku kembali melanjutkan perjalanan menuju perusahaan. saat sesampainya di perusahaan, aku langsung melakukan absen dan menuju tempat kerja. saat di tempat kerja aku langsung menyalakan komputer dan menyalakan laptop pribadiku, ya saat itu pekerjaan sedang sangat amat banyak. tak terasa sudah saatnya jam istirahat. aku turun ke kantin dan berkumpul dengan teman-teman, saat mengobrol kata salah seorang temanku yang memang 1 perumahan denganku kalau seorang orang tua yang sangat tua di lingkungan kita itu meninggal semalam. menurut keterangan tetangga, beliau meninggal karena serangan jantung. "ah sudahlah, wajar seperti itu" ucapku dalam hati, namun temanku itu bilang "padahal dia enggak punya riwayat jantung!". namun aku tidak terlalu memikirkannya karena mungkin bisa saja karena faktor usia. saat waktu istirahat sudah habis maka kami kembali ke tempat masing-masing untuk kembali melanjutkan pekerjaan.

Ketika bel tanda waktu pulang sudah tiba alias sudah pukul 16:30 maka aku langsung menuju sekolah anakku yang hari itu ada ekskul sehingga pulang sore. "pas!" ucapku dalam hati karena aku sampai di sekolah tepat saat anakku sudah waktunya pulang, dia langsung naik mobil dan salim kepadaku kemudian kita langsung menuju rumah. saat sampai di lingkungan perumahan aku melihat rombongan mengarak mayat, "siapa yang meninggal?" namun anakku bilang "emang ada?" lalu aku jawab "ada, itu liat di depan". namun aku terkejut, dia mengatakan "gak ada apa-apa pah". aku langsung gugup, saat aku masuk ke gang untuk ke rumah aku lagi-lagi melihat arakan mayat tapi saat aku tanya ke anakku dia tetap mengatakan "gak ada apa-apa pah" bahkan kali ini dia bilang "papah gak usah bikin aku takut, aku bukan anak kecil pah!". lalu aku berusaha tenang sebisa mungkin. aku belok ke kiri dan ada lagi! "kalau aku bilang, anak juga gak akan percaya mungkin halusinasi, lanjutkan saja lah!" pikirku dalam hati, aku tetap ngegas walau jalan itu hanya 1 arah sehingga aku dan arakan mayat itu saling berpaprasan. "PAH!!!!" anakku teriak, "Itu ada arakan mayat kok malah ngegas sih!". aku langsung ngerem mendadak dan terkejut anakku mengatakan itu ada arakan mayat. aku hanya menjawab "iya de, papah minggir disini aja biar rada luwas" bela ku.

saat arakan mayat itu melewati samping mobilku, aku merasa gugup, tegang, takut, bahkan berkeringat. setelah arakan mayat itu lewat, maka aku kembali ngegas mobil. 2 belokan lagi untuk sampai ke rumah, saat aku belok lagi dan lagi-lagi arakan mayat! "Sialan!!" ucapku kesal dalam hati. kali ini aku bertanya ke anakku, "de, kamu liat arakan mayat di depan?" anakku menjawab "gak ada apa-apa pah... plis deh". aku telan ludah, dan dalam hati sambil berdoa, aku ngegas mobil dan menabrak arakan mayat itu tapi ternyata tembus! aku langsung merinding saat itu. dan belokan terakhir, alhamdulillah gak ada apa-apa dan sampailah kita di rumah.

aku menceritakan hal tersebut ke istriku, dan kata istriku seorang kakek-kakek yang sudah sangat tua di perumahan ini meninggal malam tadi di rumah sakit karena serangan jantung padahal keluarga menuturkan bahwa beliau tidak memiliki riwayat jantung sama sekali sejak muda. entahlah arak-arakan mayat yang berkali-kali aku lihat itu siapa, namun kejadian ini mengingatkan dan memberi pelajaran kepadaku bahwa KEMATIAN akan datang menjemput siapapun, dimanapun, kapanpun dengan cara apapun.

Minggu, 19 Juni 2016

Anakku Melihat Hantu

Aku dan Istriku bukanlah orang yang special, kita hanyalah pasangan suami istri biasa dan tentunya manusia biasa. Namun kisah hidup kita berubah setelah kedatangan seorang anak, ya dia adalah anak kita. Setelah lama menikah akhirnya aku memiliki anak, anak laki-laki yang lucu dan ganteng seperti ayahnya. Sama seperti kebanyakkan pasangan suami istri ketika mendapatkan anak yaitu bahagia, kita sangat bahagia saat itu. Anak itu kita beri nama Yudi Ariwibowo, kita sering memanggilnya Yudi.

Yudi berkembang normal seperti layaknya anak-anak lainnya, namun semuanya berubah ketika dia menginjak umur 8 tahun. Yudi yang biasanya tertawa dan aktif dengan kami dan temannya kini dia terlihat asik tertawa dan aktif bermain dengan dirinya sendiri, kita awalnya biasa saja karena bukankah sudah biasa anak umur segitu bermain dengan dirinya sendiri (mainan). Tapi kita akhirnya mulai curiga ada sesuatu yang aneh dengan anak kita.

Suatu pagi, pukul 5 pagi, aku berniat untuk shalat subuh dan mengajak anakku untuk shalat. Ya, aku ingin anakku menjadi anak yang shaleh. Saat aku datang ke kamarnya, betapa kagetnya aku melihat dia ternyata sudah terbangun dari tidurnya dan sudah asik bermain dengan mainannya sembari tertawa lepas dan seperti sedang berinteraksi dengan seseorang. “yud, shalat yuk” ajak ku kepada Yudi, kemudian dia berbalik dan menatapku kemudian dia tersenyum sambal bilang “ntar aja yah”. Pikirku biasa saja karna maklum umur segitu masih sulit diajak untuk shalat, kemudian aku mengangguk, karena ingin mengajarkan shalat kepada Yudi maka aku sengaja untuk shalat di kamarnya. “ayah shalat disini ya yud” kemudian dia mengangguk, aku shalat dengan khidmat tapi sesekali aku mendengar dia seperti sedang berbicara dengan seseorang. Setelah selesai shalat, aku langsung membereskan alat-alat shalat dan datang ke Yudi. “daritadi ayah shalat denger kamu ngobrol, tapi kamu ngobrol sama siapa nak?”, kemudian dia menjawab “temen aku yah”, “temen kamu? Wah kenalin ayah juga dong” ajakku untuk mengetahui siapa yang dia ajak ngobrol, tetapi dia menjawab “tapi dia takut sama ayah”. Karena merasa kaget dengan jawaban itu maka aku bertanya sembari membela diri “kenapa takut? Ayah kan baik”, dan jawaban yang membuatku bingung sekaligus cemas karena dia menjawab “katanya ayah rajin banget buat shalat sama ngaji, dia takut kalau ayah serajin itu”. Saat mendengar jawaban itu aku langsung heran dan sedikit agak takut, karena tidak mau berkelanjutan maka aku langsung mengusap rambut anakku dan menyuruhnya untuk bersiap-siap berangkat sekolah walaupun jam masuk sekolahnya masih sangat lama.

Ketika aku kembali ke kamarku dan menceritakan apa yang baru saja terjadi kepada istriku, dia juga mulai heran. Tak lama kemudian sekitar pukul 6 pagi, Yudi berteriak menyebut namaku sambal diikuti permintaan tolong. Suaranya yang nyaring dan cempreng membuatku dan istriku langsung buru-buru ke kamarnya, saat aku buka pintu kamarnya dan melihat bahwa Yudi seperti sedang berlindung dibalik selimutnya sambal terus teriak seperti ketakutan. “Kamu kenapa nak?” tanya istriku, lalu aku langsung membaca beberapa ayat suci Al-Quran dengan maksud apabila memang makhluk ghaib yang mengganggu dapat terusir, lalu Yudi menjawab pertanyaan ibunya dengan menunjuk kearah salah satu sudut kamarnya yaitu lemari baju dari kayu yang sangat besar. Aku yang penasaran kemudian menuju lemari tersebut dan membuka 2 pintu lemari tersebut sambal terus membaca ayat suci Al-Quran, namun tidak ada apa-apa disana. Kemudian Yudi terlihat sangat cemas dan ketakutan hingga tidak ingin melepas pelukan sang ibu. Aku menghampirinya dan mengelus kepalanya sambil bertanya “nak, kamu kenapa?” lalu dia menjawab “aku kira dia baik ternyata dia jahat”sambil menangis. Aku mulai menyambungkan semua kejadian, beberapa lama ini dia terus asik bermain dengan dirinya sendiri dan mainannya dan seperti mengobrol dengan seseorang. Dia awalnya terlihat sangat asik dan enjoy hingga hari ini dia seperti ketakutan, aku pikir mungkin makhluk ghaib itu melihatkan wujud aslinya hingga Yudi menjadi ketakutan. Karena tidak ingin apa-apa terjadi maka aku menyuruh istriku untuk menggendong Yudi dan membawanya ke kamar kita untuk menenangkan Yudi.

Menyalakan televise sambil menonton acara murajaah dari channel berlangganan dengan maksud agar ayat-ayat suci al-quran yang dibaca oleh pemandu acara tersebut dapat ikut menenangkan Yudi. Tak hanya sambil menonton, akupun ikut membaca ayat-ayat suci Al-Quran yang sama dengan yang di TV hingga tak lama Yudi terlihat lebih tenang dan terlelap dipelukan sang ibu. Seharusnya Yudi bersekolah hari ini, tapi aku pikir dia bisa istirahat dahulu hari ini apalagi keadaan Yudi sedikit agak panas. Aku menelepon gurunya dan memberitahu apa yang terjadi dan mengijinkan Yudi untuk tidak bersekolah.

Pukul 7 pagi aku berangkat kerja, aku mencium kening istriku dan berkata kepada istriku “bu, nanti kalau ada apa-apa bilang ke ayah dan langsung baca ayat suci Al-Quran dan minta perlindungan kepadaNya” dan istriku mengangguk. Sepanjang perjalanan aku berangkat kerja rasanya aku dihantui rasa takut terjadi apa-apa pada anak dan istriku di rumah, sulit rasanya menghilangkan rasa takut itu hingga aku tidak cukup focus menyetir mobil sehingga menabrak seorang pengendara motor. “Astaghfirullah, innalillahi” teriakku karena kaget menabrak seorang pengendara motor, aku langsung mematikan mesin mobil lalu turun dari mobil dan mengunci mobil lalu menghampiri pengendara tersebut. “Duh mas, maaf banget mas” permintaan maafku kepada pengendara tersebut, namun aku kaget karena dia menjawab “gak apa pak, salah saya sendiri gak focus ngendarain motor jadi jalan pelan di jalur cepet”, lalu aku memastikan keadaan dia “mas gak apa? Apa perlu saya bawa ke rumah sakit untuk diobati?”, lagi-lagi aku terkejut ketika menjawab “tidak usah pak, cuman lecet-lecet biasa aja. Saya langsung pergi aja pak ada hal lebih penting daripada ini” lalu dia pergi begitu saja meninggalkan aku yang terheran dengan kejadian tersebut. (Kringg, kringg, kringg. Tanda adanya telepon masuk di hp) istriku ternyata menelponku, “Ya, halo bu? Ada apa?”, “yah cepettan pulang!!” jawab istriku dan tiba-tiba telepon terputus. Aku yang kaget dengan telepon istriku tersebut langsung menancapkan gas dan berputar arah di persimpangan terdekat, aku sangat cemas saat itu tidak terbayangkan apa yang sedang terjadi di rumah.

“Bu!!!!” teriakku sambil berlari kearah pintu rumah lalu menggedor-gedor pintu. “bu!!!!” teriakku semakin kencang, tidak ada yang menjawab, lalu aku ke garasi dan mencoba masuk lewat pintu disana dengan kunci yang kupegang dan akhirnya bisa terbuka. Aku langsung ke kamarku dan kaget melihat istriku sudah pingsan dan anakku yang menjerit ketakutan, aku langsung membaca ayat Kursi dan Yaasin dengan maksud apabila ghaib yang mengganggu akan segera hilang. Entah memang nyata atau tidak, aku merasakan bahwa ada kehadiran sesosok makhluk ghaib yang memegangku, dia seperti meraba bagian pundakku dengan halus dan rasanya sangat dingin hingga membuat semua bulu kudukku merinding tetapi aku tetap tidak takut. Aku lantangkan suaraku agar makhluk tersebut hilang, cukup lama rasanya namun akhirnya semua kembali normal.

Aku peluk Yudi untuk menenangkannya, setelah dia tenang aku langsung mengajaknya untuk menyadarkan istriku. Kita bersama berusaha membangunkan istriku, saat istriku sudah terbangun dia secara langsung menceritakan apa yang terjadi. Saat dia ingin memasak untuk Yudi, tiba-tiba yudi berteriak di kamar kemudian dia datang ke kamar hingga dia benar-benar kaget melihat sesosok hitam besar nan menakutkan berada di depan Yudi. Dia segera membaca ayat suci Al-Quran namun rupanya makhluk ghaib tersebut malah ‘menggila’ sehingga dia menelponku dan telepon terputus karena hp istriku terjatuh karena dia pingsan. Dia menceritakan sosok makhluk ghaib itu berawakan tinggi dan besar berwarna hitam, hitamnya sangat pekat, pakaiannya pun seperti jubah yang bahkan panjangnya hingga menembus lantai dan karena saking tingginya membuat kepalanya tidak terlihat alias melewati atap rumah kita. Saat mendengarkan penjelasan istriku, aku melihat Yudi berkeringat sangat banyak dan lebih panas daripada tadi pagi sehingga aku langsung membawanya ke dokter.

Setelah kejadian tersebut maka aku berinisiatif untuk mengadakan pengajian rutin di rumah, dan mengajak istri dan anakku untuk terus mendirikan shalat dan mengaji serta menjaga kebersihan rumah dengan tujuan menciptakan hawa positif dan mengusir hawa negative.

Sabtu, 30 April 2016

Si Item

Namaku Mutiara, aku adalah siswi SMA kelas 1.

Sebelumnya aku ingin memberitahukan bahwa kata kakak ku yang bisa melihat hal ghaib sejak kecil, di rumah kita ini ada sesosok makhluk ghaib bertubuh tinggi dan berwarna hitam namun tidaklah jahat melainkan hanya seperti kita dia menganggap itu rumahnya maka dari itu dia tidak mengganggu kami. Namun rumah aku adalah termasuk 2 bangunan rumah yang disatukan memanjang namun rumah yang sebelah sudah lama dikontrakkan sekitar 1 tahun oleh orang berkepercayaan Budha, bukan bermaksud RASIS namun orang yang mengontrak itu sering membakar dupa setiap malamnya bahkan hamper sepanjang malam dupa yang dibakar selalu ia perbarui.

Anaknya yang bernama Vio yang dapat melihat hal ghaib selalu ketakutan setiap harinya karena selalu ada sosok perempuan berwajah sangat cantic duduk bahkan tiduran di kasurnya. Suatu hari pernah saat aku sendirian di rumah, terdengar teriakan Vio ketakutan dan menangis sangat kencang hingga membuatku keluar rumah dan mengetuk pintu agar Vio membukakan pintu. Kata kakakku, sosok itu tidak mengganggu hanya saja dia ada karna dia merasa nyaman bahwa dia selalu diberi makanan yaitu dupa yang dibakar setiap malamnya.

Suatu hari, aku dan keempat temanku sedang mengerjakan tugas Bahasa Indonesia yaitu membuat jamu. Kebetulan hari itu adalah hari sabtu dan karena hari sabtu seluruh anggota keluargaku pergi jalan-jalan namun aku tidak ikut karna harus kerja kelompok. Saat itu jam menunjukkan pukul 09:00 dan keempat temanku datang walau ngaret 30 menit dari yang sudah kami rencanakan sebelumnya. Tanpa membuang waktu, kami langsung menyiapkan berbagai alat seperti mangkuk, parutan, pisau, dan lain-lain. Kami membuat jamu dengan penuh tawa dan sangat santai hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 13:00 karena belum shalat maka kami pun melaksanakan shalat di kamar aku. Kami shalat bergantian, namun karna saat itu aku mencari mukena terlebih dahulu sehingga aku shalat terakhir. Saat aku ingin mengambil air wudhu, aku melihat seperti ada bayangan berwarna hitam di dekat kulkas tetapi saat aku mencoba melihat seluruhnya ternyata tidak ada apa-apa namun aku tidak memikirkannya sehingga aku memilih menganggap tidak ada apa-apa dan mengambil wudhu.

Setelah aku selesai mengambil wudhu dan hendak melaksanakan shalat, temanku yang sebelumnya sudah shalat dan ingin selfie menggunakan smartphonenya tiba-tiba teriak “AWWWW!!!” dan seperti spontan langsung melempar Smartphonenya. Spontan kami langsung menanyakan kepadanya “Hei, kamu kenapa sri?” namun dia jawab “Enggak, aku tadi ngeliat kaya ada muka kamu mut tepat dibelakang aku”. Saat itu semua langsung terdiam dan aku berpikir bahwa tidak mungkin ada aku karna dia selfie di luar kamarku sedangkan aku sedang akan melaksanakan shalat di kamarku, aku mulai tegang dan khawatir. Namun salah satu temanku bilang kepadaku “Udah mut, kamu shalat aja dulu gak usah takut” dan aku hanya mengangguk dan melaksanakan shalat sedangkan teman-temanku berusaha menenangkan Asri yang baru saja melihat hal mistis.

Saat aku salam, salam yang kedua membuatku menghadap kearah jendela dimana jendela itu langsung ke dapur, saat itu sepintas aku seperti melihat bayangan hitam namun aku tidak terlalu mempedulikannya dan melanjutkan dengan berdoa lalu membereskan alat shalat. Saat aku keluar kamar, aku melihat semua temanku sedang asik menonton tv dan ketika ku tanya sambal berbisik kepada Fatimah “Fat, gimana si Asri?” lalu dijawab “Udah tenangan kok makanya nonton tv” lalu Asri tiba-tiba berdiri dan bilang “Aku pulang duluan ya, udah disms mamah abisnya” lalu semua temanku pada akhirnya pulang dan tinggal aku sendirian di rumah ini. Karena ketakutan maka aku berusaha menelepon pacarku, namanya Rifki. Berkali-kali aku telpon tapi nomornya tidak aktif, karena tidak ada jawaban maka aku kembali ke kamar dan menutup jendela dengan hordeng.

Aku menyalakan tv di kamar dengan suara yang keras, baru sekitar 10 menit tiba-tiba seluruh channel di tv langsung mati dan hanya terlihat semut-semut kresek dan suaranya yang gak karuan. Sekedar info dirumahku menggunakan tv kabel, jadi aku berpikir bahwa ada gangguan dipusat maka dari itu aku keluar kamar dan berusaha menelepon pusat namun aku mendapatkan info bahwa tidak ada gangguan sama sekali. Karena kaget mendengar itu, aku mencoba menyalakan tv di ruang tengah dan alangkah kagetnya aku ternyata tidak ada gangguan. Tiba-tiba aku merasa aneh dan kembali ke kamar untuk mengecek saluran di tv namun masih saja gangguan. Aku yang ketakutan saat itu mencoba menelepon mamah dan katanya sudah hampir sampai rumah karna itu aku merasa sedikit lega, dan aku mencoba menelepon pacarku dan aku merasa sangat lega bahwa dia mengangkat teleponku. Mendengar suaranya yang lembut membuat rasa takutku berkurang.

Saat sedang asyik telponan, aku merasa aneh dimana mamahku yang katanya sudah mau sampai rumah? Bukankah sudah 20 menit berlalu. Aku izin untuk mematikan telpon kepada pacarku untuk menelepon mamah, saat telepon dimatikan aku langsung menelpon mamah dan katanya mamah baru sampai di depan rumah dan memintaku membukakan pintu rumah dan membuka pagar agar papah dapat memakirkan mobilnya. Aku langsung keluar rumah dan melihat bahwa mobil keluargaku sudah datang, aku membukakan pagar.

Saat kakakku masuk, dia langsung berteriak memanggil namaku sontak saja aku langsung menghampirinya. “iya ada apa?”, “Kamu bercanda tentang si item (panggilan sosok hitam besar)?” tanya dia. Aku menjawabnya dengan gagu “I… iya, aku bercanda tentang si item bareng temen-temen aku”, tiba-tiba dia bilang dan memarahiku “Kamu tuh ya udah dikasih tau berkali-kali, kamu tau kan kalau itu gak boleh! Itu gak menghargai si item!”. Aku merasa tegang dan teringat kalau kakakku pernah berkomunikasi dengan si item bahwa si item tidak suka ada yang bercanda tentang dirinya di rumah ini karena dia merasa tidak dihargai.

Mungkin apa yang aku alami hari ini karena aku tidak menghargai keberadaan makhluk astral seperti si item. Karna pada dasarnya manusia harus percaya bahwa makhluk seperti itu ada dan sifatnya yang menggoda manusia untuk terjemurus kedalam kebatilan, maka dari itu kakakku pernah bilang kepadaku untuk tidak takut akan keberadaan si item karena semakin kita takut maka semakin berani makhluk seperti dia untuk mengganggu namun jika kita semakin berani maka makhluk seperti dia semakin takut untuk mengganggu apalagi kalau kita beriman dan memiliki akhlaq.

Terimakasih sudah membaca pengalamanku, mungkin tidak seram tetapi aku berharap ada makna positif yang dapat diterima.

---------------------------------------------------------
NO CREDIT
---------------------------------------------------------
Punya cerita mistis? ingin membagikannya? kirim cerita mistismu ke email richieimani1.ri@gmail.com dengan format txt atau docx/doc atau langsung berupa teks di dalam email. Atau ingin berbagi melalui line dan ingin dipublish di blog ini? add line richie_imani jangan lupa untuk selalu memberitahukan bahwa ingin berbagi cerita.


Kirim ceritamu dan biarkan ribuan pembaca terus membacanya setiap hari.